Rabu, 16 Februari 2011

PROPOSAL PTK


JUDUL PENELITIAN :
“PENINGKATAN PEMBELAJARAN MEMAHAMI HUBUNGAN ANTARA STRUKTUR BAGIAN TUMBUHAN DENGAN FUNGSINYA PADA MATA PELAJARAN IPA MELALUI MODEL COOPERATIVE TEACHING LEARNING DI KELAS IV SDN CIJAMBU KECAMATAN CISAAT KABUPATEN SUKABUMI
I.      LATAR BELAKANG
Pendidik merupakan komponen yang paling vital dan strategis dalam menentukan keberhasilan proses dan hasil pendidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan menentukan kualitas proses pembelajaran serta hasil belajar yang dialami oleh siswa. Sebagus dan selengkap apapun sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu lembaga pendidikan, kalau tenaga pendidik dan kependidikannya tidak kompeten maka sarana dan prasarana itu pun tidak akan banyak membantu para siswa dalam melaksanakan proses belajarnya, sebagus apapun konsep dan isi kurikulum yang dikembangkan oleh pemerintah, namun apabila tenaga pendidik dan kependidikannya tidak mampu mengimplementasikannya dengan baik, maka kurikulum itupun tidak akan berdampak apa-apa pada siswa, pengalaman belajar yang diharapkan dimiliki siswa pun akan menjadi sangat lemah. Intinya adalah untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan hendaknya berangkat dari perbaikan dan peningkatan kualitas dan kompetensi para pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, yaitu melaksanakan proses pembelajaran yang kondusif dan efektif.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia, yaitu lemahnya proses belajar dan pelaksanaan pembelajaran yang masih didominasi oleh guru (teacher centered). Kenyataan ini berlaku untuk semua mata pelajaran. Dalam KTSP guru lebih leluasa merancang pengalaman belajar untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan satuan pendidikan, karakteristik sekolah/daerah maupun karakteristik peserta didik. Demikian juga sistem penilaian yang dikembangkan disesuaikan dengan indikator untuk mata pelajaran tertentu. Pada kenyataan di lapangan, kurikulum saat ini belum dijalankan secara maksimal, hal ini dapat disebabkan karena kurikulum yang dijalankan sebelumnya sehingga siswa terpaku dengan sistem pembelajaran yang berpusat pada guru.
Berdasarkan masalah di atas guru sebagai tenaga pendidik harus mempunyai empat kompetensi utama yang harus dikuasai, yakni pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Keempat kompetensi ini harus dimiliki setiap guru agar dapat mengatasi masalah-masalah dalam dunia pendidikan, contohnya seperti masalah di atas. Guru harus dapat mengkondisikan siswa agar dapat mengikuti kurikulum yang berlaku saat ini, dengan kata lain guru harus dapat membuat siswa aktif di kelas dan dapat juga membangun sendiri pengetahuannya
Salah satu faktor yang sangat penting dalam proses pembelajaran adalah keterlibatan peserta didik di dalam kelas. Terkait dengan hal tersebut kegiatan belajar –mengajar terdiri dari beberapa komponen yaitu peserta didik, guru, tujuan pembelajaran,sumber belajar, metode mengajar, media dan evaluasi.
Oleh sebab itu dari komponen – komponen itu metode pembelajaran diskusi sangat diperlukan untuk mencapai kegiatan belajar mengajar yang efektif.
Berdasarkan Hasil Pengamatan serta observasi bersama dengan 3 orang rekan sejawat maka peneliti menemukan masalah bahwa pembelajaran dengan materi memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam di kelas IV kurang dapat dipahami oleh sebagian besar siswa
Hal ini juga dapat terlihat dari jumlah siswa sebanyak 40 orang hanya sebanyak 18 orang siswa saja atau 40% yang memperoleh nilai sesuai standar KKM bahkan berada diatas KKM
Dari hasil identifikasi masalah hal ini dikarenakan :
Ø  Metode yang disampaikan guru tidak cocok dengan pembelajaran
Ø  Siswa kurang memiliki motivasi dalam belajar
Ø  Orang tua siswa kurang memberikan dorongan kepada anaknya

II.          RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah :
1.    Apakah metode cooperative teaching learning (CTL) dengan model pembelajaran pendekatan jigsaw dapat meningkatkan pemahaman hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam di kelas IV SDN CIjambu Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi?  
2.    Bagaimana metode cooperative teaching learning (CTL) dengan model pembelajaran pendekatan jigsaw dapat meningkatkan pemahaman hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam di kelas IV SDN CIjambu Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi?  
3.    Seberapa besar peningkatan prestasi belajar siswa pada pemahaman hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya setelah menerapkan metode cooperative dengan model pembelajaran pendekatan jigsaw pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam di kelas IV SDN CIjambu Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi?  

III.       TUJUAN PENELITIAN
Pada hakekatnya secara umum penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dimana hasil observasi , terbukti dengan adanya hasil prestasi siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam masih belum sesuai dengan harapan. Namun secara khusus penelitian ini bertujuan untuk :
1.    Mengetahui sejauh mana model pembelajaran dengan pendekatan jigsaw dapat meningkatkan pemahaman hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam di kelas IV SDN CIjambu Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi?
2.    Mengetahui proses model pembelajaran pendekatan jigsaw dapat meningkatkan pemahaman hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam di kelas IV SDN CIjambu Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi?  
3.    Mengetahui peningkatan pemahaman siswa setelah diterapkan model pembelajaran dengan pendekatan jigsaw memahami antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan  Alam  di kelas IV SD Negeri Cijambu Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

IV.         MANFAAT PENELITIAN
Setelah penulis menuliskan masalah dan tujuan penelitian, maka penulis berharap penelitian ini bermanfaat bagi :
1.    Bagi peserta didik ( siswa )
v  Meningkatkan minat siswa dalam belajar Ilmu Pengetahuan Alam
v  Siswa terangsang untuk ikut terlibat aktif di kelas
v  Siswa mengenal berbagai model pembelajaran sehingga tidak merasa bosan .
2.    Bagi guru
a.    Melakukan inovasi pendidikan
b.    Terbiasa melakukan penelitian terhadap pembelajaran yang       dilaksanakan.
c.    Mampu memperbaiki atau meningkatkan mutu proses pembelajaran
d.    Berkesempatan mempelajari dan mengembangkan model pembelajaran yang baru
e.    Memperoleh pengalaman belajar yang bermanfaat
3.    Bagi sekolah
·         Meningkatkan prestasi sekolah terutama mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
·         Meningkatkan kinerja sekolah melalui profesionalisme guru
·         Kepercayaan masyarakat kepada sekolah meningkat karena kinerja guru memuaskan.



V.           KAJIAN TEORI
Pendidikan pada saat ini dihadapkan pada tuntutan tujuan yang semakin canggih, semakin meningkat baik ragam, dan kualitasnya (www.damandiri.or.id). Di sisi lain pada kurikulum 2006 yang berbasis kompetensi, kemampuan siswa belum mencapai hasil yang diharapkan. Siswa hanya tahu banyak fakta tetapi kurang mampu memanfaatkannya secara efektif. Oleh sebab itu, beban yang diemban oleh sekolah, dalam hal ini adalah guru sangat berat. Hal ini disebabkan  karena gurulah yang berada pada garis depan dalam membentuk pribadi anak didik. Dengan demikian sistem pendidikan perlu dikembangkan agar dapat menjadi lebih responsif terhadap tuntutan masyarakat dan tantangan yang akan dihadapi di dunia kerja di masa mendatang. Pada abad 21 ini, guru perlu menelaah praktik-praktik pembelajaran yang ada di sekolah–sekolah. Dunia pendidikan harus mempersiapkan anak didiknya untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Lie (2002:12), belajar sesama siswa atau rekan sebaya (peer teaching) dianggap lebih efektif  dibandingkan pengajaran yang dilakukan oleh guru. Sistem pembelajaran seperti ini memberi kesempatan bagi siswa untuk bekerja sama. Sistem pembelajaran yang memberi kesempatan siswa untuk bekerja sama dengan siswa lainnya dalam tugas-tugas terstruktur disebut sebagai sistem ”pembelajaran gotong royong”. Sistem pembelajaran ini disebut juga sistem pembelajaran cooperative learning. Dalam sistem pembelajaran seperti ini, guru hanya bertindak sebagai fasilitator.
Suasana kelas perlu direncanakan dan dikondisikan sedemikian rupa sehingga siswa dapat kesempatan untuk berinteraksi dengan yang lain. Dengan interaksi seperti ini, akan terbentuk suasana yang memungkinkan mereka untuk mencintai proses belajar mengajar. Guru perlu menciptakan suasana belajar yang mampu membuat siswa bekerja sama dan bergotongroyong. Banyak guru telah mencoba melaksanakan metode belajar kelompok. Mereka membagi para siswa menjadi beberapa kelompok dan guru memberikan tugas kepada mereka. Hasil yang diperoleh dengan cara tersebut adalah siswa memboroskan waktu dengan bermain, bergurau dan sebagainya.
Pola belajar dengan cara kerja sama (cooperative), dapat mendorong tumbuhnya gagasan yang lebih bermutu dan meningkatkan kreativitas siswa. Selain itu merupakan nilai sosial yang perlu dipertahankan oleh siswa. Ketergantungan timbal balik (mutual dependency) akan terwujud apabila individu-individu bekerja sama. Hal ini akan memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras demi keberhasilan mereka secara bersama-sama. Adakalanya kadang-kadang mereka harus menolong seorang anggota secara khusus. Hal ini dapat menumbuhkan rasa kekamian dan mencegah rasa egois.
Guru perlu merencanakan dengan sedemikian rupa sehingga strategi yang diterapkan oleh mereka dapat berjalan dengan baik. Tidak semua kerja kelompok dianggap sebagai belajar dengan metode cooperative learning. Para guru perlu memiliki latar belakang, landasan pemikiran dan penerapan metode pembelajaran gotong royong untuk mendapatkan hasil yang optimal (Lie, 2002:8).
Dari jenis-jenis model pembelajaran kooperatif di atas, pembelajaran kooperatif tipe jigsaw bagus untuk diimplementasikan. Menurut Lie (2002:69) teknik jigsaw dapat digunakan dalam pembelajaran membaca, menulis, mendengarkan ataupun berbicara. Selain itu, tipe jigsaw adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan oleh guru untuk membawa siswa dalam suasana aktif.
Menurut Lie (1994, dalam Damandiri 2003:35) jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain. Dengan demikian, “siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan”.

VI.         RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN
1.    Metode Penelitian
Metode yang digunakan adalah cooperative Teaching  learning dengan pendekatan model jigsaw dengan fokus penelitian pada tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran dengan menggunakan metode dan model pembelajaran
2.    Subjek Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Negeri Cijambu Kecamatan Cisaat kabupaten Sukabumi kelas IV dengan jumlah siswa 40 orang dengan siswa laki-laki 18 orangdan siswa perempuan 22 orang mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), semua siswa berlatar belakang ekonomi lemah sehingga mereka memiliki motivasi yang rendah dalam pembelajaran dan kurang mendapat dukungan dari orang tua dirumah maupun lingkungan dimana siswa tinggal

3.    Instrumen Penelitian
a.    Lembar kerja siswa, portopolio serta hasil pengamatan siswa melalui kelompok yang telah dibentuk dalam pembelajaran
b.    Lembar evaluasi untuk mengetahui tingkat pamahaman siswa dalam pembelajaran
4.    Prosedur Penelitian
a.    Kegiatan awal
Masalah diidentifikasi bersama-sama dengan rekan sejawat dalam gugus BERMUTU Gunungjaya berdasarkan studi kasus (Case Study) yang yang ditulis guru. Dari studi kasus, diidentifikasi bahwa guru merasa kesulitan dalam mengajarkan materi memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya, sehingga pencapaian hasil belajar siswa pun sangat rendah. Berdasarkan hasil diskusi dengan rekan sejawat dan hasil dari studi pustaka diperoleh kesimpulan, bahwa tindakan yang harus dilaksanakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar tersebut adalah dengan menggunakan model cooperative learning dengan harapan agar pembelajaran lebih aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
Selanjutnya guru membuat perencanaan tindakan yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu:
1)    Menyusun rencana perbaikan pembelajaran (RPP).
2)    Mempersiapkan bahan belajar secara sistematis.
3)    Menggunakan metode yang lebih variatif.
4)    Menyusun langkah-langkah pembelajaran yang sesuai dengan Paikem.
5)    Membuat perencanaan kelompok beserta bahan ajar yang relevan
6)    Menyiapkan lembar observasi.
7)    Meminta dua orang rekan guru untuk melakukan observasi kegiatan belajar.
b.    Perencanaan Tindakan
1)    Siklus Pertama
Ø  Perencanaan : Merumuskan tindakan untuk mengatasi masalah
Ø  Menerapkan model cooperative learning pada materi memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya pada pembelajaran IPA serta Melakukan evaluasi belajar untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam pemahaman materi pembelajaran
Ø  Melakukan refleksi atas tindakan yang telah dilaksanakan
2)    Siklus Kedua
Ø  Mengidentifikasi permasalahan yang sudah dan belum terpecahkan
Ø  Mengembangkan materi pembelajaran
Ø  Mengobservasi aktivitas siswa dalam materi pembelajaran
Ø  Melakukan evaluasi akhir pelajaran
Ø  Refleksi atas tindakan yang telah dilaksanakan pada siklus kedua


2.    Pengumpulan Data
Ø  Lembar Pengamatan digunakan oleh guru sebagai catatan kegiatan siswa pada kegiatan awal, inti dan akhir
Ø  Lembar Kerja Siswa sebagai alat ukur kemampuan siswa
Ø  Lembar observasi digunakan oleh observer untuk mengamati kegiatan siswa pada kegiatan pembelajaran awal, inti dan akhir
Ø  Catatan nilai sebagai tolok ukur catatan pencapaian tingkat daya serap dan ketuntasan belajar siswa
3.    Analisis Data
a.    Kualitatif
Pengamatan aktifitas siswa dalam interaksi pada saat pembahasan materi memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya menggunakan model pembelajaran
b.    Kuantitatif
Analisis data kuantitatif berupa angka-angka nilai tes serta distribusi frekuensi dan presentasi
4.    Peneliti dan Observer
a.    Peneliti
Nama Guru Model                 : Feri Firmansyah, SE
Tempat Mengajar/Penelitian   : SDN Cijambu
                                           Guru Kelas IV
b.    Observer
Nama                                 : Hj. Rina Arniasih, S.Pd
NIP                                    : 19640530198410 2 003
Tempat Mengajar                 : SDN 1 Sukasari
Nama                                 : Adah Handayani, S.Pd
NIP                                    : 19620210198305 2 001
Tempat Mengajar                 : SDN 4 Sukasari

Nama                                 : Heni Nuraeni
NIP                                    : 131 010 696
Tempat Mengajar                 : SDN Jambelaer


VII.       Jadwal Kegiatan
No
Kegiatan
Bulan
Okt
Nop
Des
Jan
Feb
Mar
2
3
4
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
Perencanaan


















2
Observasi Awal


















3
Pengolahan data observasi


















4
Pelaksanaan
-  siklus 1
-  siklus 2


















5
Pengumpulan Laporan


















6
Penyusunan Laporan


















7
Laporan




















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar